Home

  • Administrator
  • 17 Januari 2021 - 14:49
  • 603 Lihat

UPN VETERAN HEALTH RESEARCH INSTITUTE (UPNVERI) SEBAGAI PUSAT STUDI RUMPUN ILMU KESEHATAN DAN TEKNOLOGI KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA


I. Pendahuluan


UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) memiliki kekuatan historis sebagai universitas yang dibangun oleh semangat bela negara. Pengembangan Institut Riset, dapat mengayomi penelitian dan pengembangan kesehatan sebagai inti dari berkembangnya UPN Veteran Jakarta di masa depan sebagai Competitive University.

  • Fakultas kedokteran (FK) yang memiliki kurikulum unggulan kesehatan matra dan manajemen bencana, tertuang dalam beberapa kegiatan pendidikan dan penelitian serta pengabdian masyarakat. 
  • Fakultas Ilmu Kesehatan memiliki unggulan multidisiplin kesehatan komunitas. 
  • Program Studi Ilmu Keperawatan memiliki keunggulan dalam riset ilmu keperawatan berbasiskan field operation management. 
  • Fakultas Teknik memiliki keunggulan mengembangkan medical engineering sebagai rekayasa teknologi kedokteran yang memiliki dampak berdaya guna untuk masyarakat. 

Perkembangan dunia penelitian saat ini di era pandemi pada fokus untuk mengatasi penyakit tropik dan infeksi melalui Global Emerging Infectious Diseases, merupakan suatu keniscayaan yang berkembang dan berkelanjutan. Penyakit virus, bakteri dan jamur semakin kompleks untuk ditangani. Secara lebih luas berdampak sosial dan kultural yang berakibat penurunan kualitas sumber daya manusia.2 Kejadian penyakit Infeksi dari tahun-ketahun semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan antara agen - infeksi dan lingkungan. Ketidakseimbangan ketiga faktor diatas dalam konteks global ditandai dengan meningkatnya epidemi dan pandemi penyakit infeksi. 
Ancaman global tersebut dapat berwujud HIV/AIDS, penyakit zoonis dan deliberating infectious disease. Indonesia termasuk wilayah negara tropis dengan keadaan geografik yang terletak 23° Lintang Utara dan Lintang Selatan. Suhu rata-rata 24-28 °Celcius. Perbedaan suhu siang dan malam hari berkisar antara 3 – 10 °C. Karakteristik tersebut memberi peluang untuk hidup suburnya vektor nyamuk sebagai penular beberapa penyakit tertentu. Suhu meningkat sangat berpengaruh terhadap kehidupan vektor antara lain berkembang biak makin cepat, kematangan pendek, bitting rate lebih banyak dan kegiatan reproduksi bertambah. Hasil akhirnya populasi nyamuk akan meningkat tajam. Dengan demikian berbagai penyakit menular/ infeksi yang disebarkan oleh nyamuk menunjukkan angka morbiditas yang selalu ada dan berfluktuasi dari waktu ke waktu. (Prosiding Konas Petri Surabaya, 2009) Penyakit Infeksi di Indonesia, dapat dikatagorikan menjadi 3 kelompok yaitu : 


(1) New Infectious Diseases, penyakit yang dianggap baru muncul di Indonesia seperti Cholera O 39, infeksi HIV/AIDS, Avian Flu, Infeksi Virus Hanta, Severe Respiratory Syndrome, Flu Babi, Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) dll. 
(2) Emerging Infectious Diseases, yaitu penyakit yang timbul di Indonesia yang selalu ada, walaupun telah dilakukan upaya pengendalian secara intensif. Golongan penyakit tersebut adalah malaria, demam berdarah dengue, filariasis, Japanese encephalitis, leptospirosis, tuberkulosis dan 
(3) Reemeging Infectious Diseases, yaitu penyakit yang sudah mencapai angka morbiditas nol, tetapi akhir-akhir ini muncul kembali seperti penyakit pes, polio, anthrax dan saat ini Covid-19.3 Tiga golongan penyakit tersebut tidak semua terkait dengan global warming disease. Penyakit yang memiliki potensi tinggi yang dipengaruhi oleh kenaikan suhu global adalah :
(a) Vector borne diseases, seperti malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, Japanese encephalitis dan filariasis. 
(b) Water borne diseases, penyakit yang ditularkan melalui air, misalnya terkait dengan air pasang laut (rob), seperti leptospirosis, infeksi virus Hanta, penyakit berkatian dengan banjir ataupun cuaca ekstrim, yaitu cholera, diare, demam tifoid, penyakit akibat kemarau panjang, kekeringan, penyebaran seperti pes dll. 
(c) Penyakit berkaitan dengan perubahan lingkungan dan pencemaran lingkungan, bahan toksik yang menyebabkan tingginya penyakit tidak menular, termasuk kesehatan mental.


Berkaitan dengan hal diatas, penyakit - penyakit di Indonesia yang secara langsung menunjukkan insidensi meningkat yang dipengaruhi oleh global warming adalah 
(1) Demam Berdarah Dengue, 
(2) Demam Dengue, 
(3) Chikungunya, 
(4) Malaria, 
(5) Filariasis, 
(6) Japanese Encephalitis, 
(7) Leptospirosis, 
(8) Infeksi virus Hanta, 
(9) Diare, 
(10) Demam Tifoid. 


Penyakit lain yang dapat terjadi adalah malnutrisi, kanker kulit, serangan asma bronkial, gangguan mata, depresi sistem imun. Perkembangan berikutnya adalah meningkatnya kasus-kasus metabolik yang tidak semata disebabkan oleh abnormalitas sistem adaptasi host terhadap perubahan siklus metabolik, namun merambah kepada perubahan dinamik di sirkulasi yang berdampak terhadap gangguan organ utama untuk menyangga homeostasis tubuh. Perubahan perubahan ini akan terus bergerak dinamis mengikuti arus zaman yakni perubahan dan gaya hidup, meningkatnya komorbid dan perubahan cara pandang kehidupan untuk menjaga kesehatan. Salah satu yang meningkat pesat ke depannya adalah perkembangan neuroscience sebagai keilmuan yang diharapkan mengembangkan peta jalan perubahan perubahan 4 metabolik dikaitkan dengan kondisi lain misalnya penyakit infeksi sebagai alat kendali mutu kualitas kesehatan tubuh. Revolusi Industri yang terjadi saat ini (4.0 dan 5.0) membawa arus pemikiran baru, perlunya suatu kolaborasi dan jejaring rekayasa teknologi yang berkemampuan menyentuh dampak multi dimensi. 


Salah satu rekayasa teknologi adalah bidang kesehatan, memuat kemampuan suatu teknologi medik dapat berkolaborasi dengan bidang kesehatan dan memiliki spirit inovatif menghasilkan alat-alat baru untuk diagnostik dan terapeutik lebih baik. 


UPN Veteran Jakarta sebagai universitas bela negara yang memiliki kurikulum unggulan kesehatan matra dan manajemen bencana, UPNVJ perlu membangun dan mengembangkan kesehatan bencana terutama penelitian-penelitian yang berfokus pada penyakit tropis dan infeksi, kolaborasi multidisiplin dengan bidang kesehatan komunitas, neuroscience dan keperawatan dengan membentuk wadah pusat penelitian yang selanjutnya akan disebut sebagai Pusat Studi Rumpun Ilmu Kesehatan UPN Veteran Health Research Institute (UPNVERI) UPN Veteran Jakarta saat ini mengembangkan peran pendidikan dan riset yang nyata di bidang ilmu kesehatan masyarakat pendekatan multidisiplin kesehatan komunitas sebagai ranah keilmuan dinamis yang mempelajari dan menerapkan survaillans, epidemiologi, prediksi dan proteksi menghadapi kejadian luarbiasa infeksi, gizi masyarakat dan konsep kebijakan kesehatan. 


UPN Veteran Jakarta dengan program studi keperawatan yang di kelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan mengembangkan paradigma asuhan keperawatan berbasiskan hospital based dan biomedical centred. Paradigma ini didukung oleh dimensi dinamis teknologi keperawatan (pendidikan dan riset) untuk mendukung output SDM perawat yang berdaya saing. Teknologi keperawatan yang berkesinambungan akan mengakselerasi proses learning by doing 5 kebijakan asuhan keperawatan dengan kompetensi perawat dan aspek diagnosis keperawatan dan aspek asuhan keperawatan. UPN Veteran mengembangkan keilmuan multidisiplin yang terkait dengan metabolik dan neuroscience sebagai salah satu pintu masuk pelayanan kesehatan yang lebih baik dan rekayasa teknologi alat kesehatan melalui medical engineering.