Paradigma Baru Pemeriksaan Polimorfisme Gen β FIbrinogen Pada Pemberian Aspirin Sebagai Upaya Tatalaksana Stroke Iskemik Akut Pada Usia Muda di Era Globalisasi
- Administrator
- Selasa, 01 April 2025 15:10
- 23 Lihat
- Buku Inovasi

Paradigma Baru Pemeriksaan Polimorfisme Gen β FIbrinogen Pada Pemberian Aspirin Sebagai Upaya Tatalaksana Stroke Iskemik Akut Pada Usia Muda di Era Globalisasi
oleh:
Kiking Ritarwan
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universias Sumetera Utara
Stroke merupakan penyebab kematian ke tiga setelah penyakit jantung dan kanker dan juga mengakibatkan disabilitas jangka panjang. Di Eropa, angka kematian penderita stroke antara 63,5 sampai 2Stroke73,4 per 100.000 penduduk pertahun. Di United Kingdom angka kematian penderita stroke hemoragik 10 per 100.000 penduduk pertahun serta 5 per 100.000 penduduk pada penderita stroke iskemik (Zhang et al, 2012). Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2005 terdapat sekitar 5,6 juta kematian akibat stroke dan meningkat 6,5 juta pada tahun 2015 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 7,6 juta pada tahun 2030.
Stroke mengenai semua usia. Insidens stroke meningkat dengan meningkatnya usia (Hacke et. al.,2003; Zhang et. al., 2012). Stroke menyebabkan kecacatan yang berat di seluruh dunia. Mayoritas penderita stroke ditemukan pada usia di atas 65 tahun (Albala, Sacco, 2002).
Berdasarkan kajian genetik diketahui bahwa ada hubungan antara stroke iskemik dan polimorfisme beberapa gen yang mengode protein yang terlibat dalam koagulasi dan reseptor platelet. Fibrinogen dikode oleh gen yang berbeda pada kluster kromosom 4 lengan q23 – q32. Beberapa polimorfisme telah diidentifikasi, tetapi sintesis rantai β dipikirkan sebagai langkah pembatas dalam sekresi fibrinogen dari hepatosit. Beberapa penelitian difokuskan pada variasi kadar fibrinogen plasma yang dipengaruhi oleh polimorfisme gen rantai β. Substitusi G oleh A pada posisi -455 gen β fibrinogen tampaknya paling konsisten berhubungan dengan perbedaan kadar fibrinogen plasma. Secara genetik biosintesis fibrinogen dikendalikan oleh interaksi tiga gen fibrinogen, yaitu gen fibrinogen α (FGA), β (FGB), dan ϒ (FGG). Arah transkripsi gen fibrinogen β berlawanan dengan kedua gen fibrinogen yang lain. Gen ini diduga mengontrol atau mengatur aktivitas kedua gen tersebut sehingga kadar fibrinogen darah tidak meningkat (Kamath et al., 2003; Mosesson,2005).
Beberapa penelitian lain diketahui sebagai polimorfisme gen β fibrinogen yang sudah dikenal antara lain: -854G/A, -455G/A, -148C/T, +1689T/G, dan Bcl I. Polimorfisme gen β fibrinogen yang sudah banyak diketahui berhubungan dengan peningkatan kadar fibrinogen plasma adalah polimorfisme -455G/A (Hansen et. al.,1997; Kamath et al., 2003; Martiskainen et. al., 2003). Peneliti Van’t Hooft et. al. dari Swedia (1999) menunjukkan bahwa genotip -854 G/A dengan konsentrasi fibrinogen plasma pada usia pertengahan laki-laki perokok dan tanpa perokok adalah 2,73 + 0,46 g/L. Genotip -854 G/A ini berhubungan dengan stroke (p< 0,0001) dan genotip -455 G/A dengan konsentrasi fibrinogen plasma pada usia pertengahan laki-laki perokok dan tanpa perokok yaitu 2,70 + 0,43 g/L. Genotip -455 G/A ini berhubungan dengan stroke (p< 0,001). Pada penelitian ini dijumpai persentase fenotip GG/GG yang terbanyak yaitu 37,1%.