Mengatasi Aritmia, Mencegah Kematian Mendadak

  • Administrator
  • Jumat, 19 April 2024 14:15
  • 530 Lihat
  • Buku Inovasi

MENGATASI ARITMIA,

MENCEGAH KEMATIAN MENDADAK

 

Oleh :

Prof Yoga Yuniadi

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

 

“Ingatlah! Bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal mudghoh/daging, bila daging itu baik, akan baiklah seluruh tubuh itu, dan bila daging itu rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Daging itu adalah Qolbu/jantung”. (HR. Bukhari dan Muslim)”

 

 

Jantung adalah segumpal daging di dada yang dimaksud oleh hadits di atas. Ketika jantung berfungsi normal umumnya tidak kita rasakan. Hal itu terkadang membuat kita lupa bersyukur memiliki jantung yang sehat dan berfungsi baik. Kehadiran jantung baru terasa ketika seseorang merasa berdebar, ketika seseorang mengeluh nyeri dada, atau ketika nafas terasa sesak yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung.

 

Jantung adalah organ tubuh yang dibentuk oleh berbagai komponen yaitu pembuluh darah, otot, selaput, katup, sistem saraf dan sistem listrik jantung. Dalam keadaan normal seluruh komponen pembentuk jantung akan bekerja saling melengkapi agar jantung berfungsi memompa darah secara memadai dan tanpa berhenti. Kerusakan pada setiap komponen jantung akan menyebabkan penyakit jantung yang berbeda-beda.

 

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit jantung yang mengenai pembuluh darah arteri koroner yang memperdarahi jantung. PJK terjadi akibat menyempit atau tersumbatnya lumen arteri koroner. PJK merupakan penyakit jantung yang paling populer di masyarakat karena insidensinya yang tinggi. PJK adalah dasar terjadinya serangan jantung. Plak aterosklerotik terbentuk di dinding arteri koroner yang menyebabkan penyempitan atau sumbatan lumen arteri koroner. Prevalensi PJK di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada tahun 2013 sebesar 0,5% atau diperkirakan sekitar 883.447 orang, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter/gejala sebesar 1,5% atau diperkirakan sekitar 2.650.340 orang.

 

Penyakit pada otot jantung yang bersifat primer yang banyak ditemukan di Indonesia adalah kardiomiopati dilatasi yaitu kelemahan otot jantung secara menyeluruh sehingga menimbulkan sindrom gagal jantung yang menahun. Penyakit katup jantung akibat infeksi bakteri streptokokus hemolitikus grup A

masih sering didapatkan di daerah perifer dan umumnya bermanifestasi sebagai stenosis mitral.

 

Lalu apa yang disebut dengan aritmia? Aritmia adalah penyakit sistem listrik jantung. Sistem listrik jantung terdiri dari generator listrik alamiah yaitu nodus sinoatrial (SA) dan jaringan konduksi listrik dari atrium ke ventrikel. Gangguan pada pembentukan dan atau penjalaran impuls listrik menimbulkan gangguan irama jantung dan disebut aritmia.

 

Berdebar adalah gejala tersering aritmia, tetapi spektrum gejala aritmia cukup luas mulai dari berdebar, keleyengan, pingsan, stroke bahkan kematian mendadak. Sekalipun berdebar merupakan alasan kedua tersering pasien berobat ke dokter spesialis jantung2 dan sedikitnya 41% pasien yang mengeluh berdebar terbukti memiliki aritmia3 tetapi penyakit aritmia tidak sepopuler PJK atau sindrom gagal jantung. Hal itu terjadi karena pemahaman masyarakat yang masih rendah, dokter ahli aritmia masih sedikit, dan fasilitas kesehatan yang menyediakan pelayanan khusus aritmia masih terbatas.

DOWNLOAD PDF MENGATASI ARITMIA, MENCEGAH KEMATIAN MENDADAK

 

Komentar

0 Komentar